Namanya Gina. Gina suka sekali dengan aroma hujan siang hari,
dia bilang tidak ada yang lebih menenangkan dibandingkan aroma hujan siang
hari. Gina suka cara mendung berkolaborasi dengan matahari. Gina suka mencium
bau tanah yang ditiup angin hingga batas indra penciumannya. Gina suka saja,
entah kenapa.
Suatu ketika Gina tau, hujan siang hari tidak akan selalu bisa
datang setiap minggu. Meski ia selalu menunggu. Gina sadar akan banyak
aroma-aroma lain yang akan diterbangkan oleh udara dan aroma tanah basah hanya
sepersekian kecil dari milyaran aroma di muka bumi ini.
Sore itu Gina duduk di atap, menatap langit siang
lekat-lekat hingga matanya mengerjap-ngerjap. Gina berdoa agar hujan datang
siang itu, ia sudah menunggu berminggu-minggu.
Tetapi sayangnya hujan tidak kunjung datang, yang Gina tau,
angin bahkan tidak mengirimkan aroma tanah basah, angin malah mengirimkan
banyak aroma lain. Aroma ikan pindang Bu Djujuk yang menyengat hingga membuat
kucing mbak rosi melompat-lompat, aroma parfum dokter Dwi tetangga depan rumah
yang harum melati hingga aroma bau kaki serdadu yang bikin mati kutu. Ah, semua
aroma itu datang mendekat padanya. Dari aroma yang buruk hingga aroma yang
harum, tapi sayang bukan itu yang ditunggu Gina.
Gina suka sekali dengan aroma hujan siang hari, baginya itu
sperti candu. Gina tidak akan selalu bisa menemukannya setiap tahun. Bagi Gina
itu semacam suplemen, setidaknya dengan itu Gina masih bisa merasakan hidup dan
komponennya seperti bahagia, sakit dan kawan-kawannya.
Karena hujan siang hari bagian dari hidup Gina yang penuh
dinamika. Gina akan selalu berharap bisa menghirup aroma itu. Hujan siang hari
akan selalu ada. Hujan siang hari mengisi hal-hal kecil yang menempati ruang
hati Gina, berteman dengan langit, bianglala, dandelion, bulan sabit dan jutaan
hal kecil yang terlalu kekanak-kanakkan untuk disebutkan,
Gina akan selalu berlari, akan selalu berusaha untuk
menyeimbangkan diri ketika berjalan di atas atap. Untuk bisa berkompromi dengan
berbagai aroma yang ia temui sehari-hari meski ia kurang suka.
Kerumitan hidup adalah proses untuk sampai pada sebuah
ending cerita bukan.
(cerita ini dibuat di malam hari yang penuh kegalauan , hahahaha)
sekian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar