hai blog ..
can I just shout everything out ..
or can I just being stranger one day, that's all I can hope for this week.
kemarin saya pulang naik kereta.
capek .
merasa sendirian . melakukan semuanya dengan tingkat yang berlebihan .
merasa semua semangat sudah terkuras habis untuk pekan yang berat .
sampai di rumah ,
adek yang kuliah di ITS pulang .
adek yang paling bungsu juga ada, otomatis semuanya kumpul di rumah.
seneng banget, apalagi pas makan KFC d deket SMP ku breng sama adek dan sahabatku si mbok "dewi" yang unyu maksimal .
keesokannya ,
mama bilang
"Mbak, kamu sudah tahu ta ? Mak Dah koma"
dengan respon singkat saya menjawab
"Lo iya ta ma ? ayo ma dijenguk"
---
akhirnya saya, mama, tante, om dan adek sepupu saya yang jago karate berangkat ke sebuah desa di pucuk Mojokerto menjenguk Mak Dah.
------
Mak Dah adalah sosok wanita renta yang tangguh.
beliau bekerja lama di keluarga besar kami.
saya menganggap Mak Dah sudah seperti nenek saya sendiri.
Mak Dah lah yang membantu mama merawat saya semenjak saya kecil , sejak saya TK dan playgroup saya selalu diantar kemana-mana ..
untuk sekedar membawa tas atau permainan kecil lainnya.
"Mak aku njaluk rawon sama coca cola, gak mau ini" (Mak aku minta rawon sama coca cola, tidak mau ini) adalah perkataan yang sering saya lontarkan ketika playgroup, padahal mak sudah membawakan bekal dari rumah. tetapi beliau senantiasa sabar membelikan saya rawon di seberang playgroup.
Dulu ketika kecil , ketika mama sibuk dengan adik emak yang membantuku untuk bersih diri saat sedang buang air. Mohon maaf, bahkan emak adalah orang yang mengajari bagaimana caranya membersihkan kotoran saya sendiri.
Beranjak TK , saya masih suka merepotkan emak ..
sekadar minta dibelikan lumpia atau apalah.
atau sekadar menangis ketika dimarahin mama.
kalau Ibuk (read: nenek) sedang keluar pasti emak yang selalu saya jadikan tempat merengek.
Bianglala~ kecil dulu memang suka merengek.
dan selalu cengeng melihat hal kecil apapun.
Selain itu, Ya saya ingat, saya dulu suka sekali bertengkar dengan emak, karena emak selalu membela adek kecilku yang nakal.
emak selalu bilang
"Mbak ! kamu iku wes gede. Ngalah po'o sama adeknya. Nek dadi mbak iku kudu ngunu, mbaaak" (Mbak kamu itu sudah besar, ngalah sama adiknya. Kalau jadi seorang kakak itu harus seperti itu) ~ secara gak langsung emak mengajari saya untuk menjadi seorang pemimpin. saya sadar itu sekarang
Emak sudah puluhan tahun hidup bersama dengan keluarga besar kami.
Saya hapal rutinitasnya.
Mencuci baju setiap setengah 4 pagi.
Mengepel dan menyiram kebun nenek setiap sore.
Menungguiku pulang terawih atau mengaji malam.
Emak dengan sambal terasi dan telur dadar nya yang khas.
waktu SMP , saya pernah bermain air
hingga emak terpeleset dan berdarah dahinya.
emak yang sudah tua hanya bisa diam dan duduk.
kemudian saya hanya bisa menangis lalu memeluk emak.
"Gakpopo mbak .. gakpopo"
mama dan tante pun memarahi saya yang nakal itu.
beranjak SMA, emak menyatakan resign - ingin pulang ke desa setelah puluhan tahun mengikuti nenek.
emak bilang, keluarganya sudah menunggu.
emak bilang dia ingin hidup bersama keluarganya.
kami semua sedih, kami sudah menganggap emak lebih dari keluarga, akan tetapi dengan lembut dan sabar emak meyakinkan kami bahwa tenaga nya tidak cukup lagi untuk digunakan mengabdi.
kami semua merasa kehilangan.
kami mengantar pulang emak ke desa nya ...
-----
setelah sekian lama saya jarang bahkan hampir tidak pernah menjenguk emak selama saya kuliah.
saya selalu disibukkan dengan aktivitas yang berskala tetek bengek tiada habisnya.
dengan organisasi, dengan tugas, dengan laporan dan dengan berbagai macam hal lainnya.
perlahan saya mulai melupakan sosok emak karena pikiran saya terlalu penuh dengan hal-hal itu.
Ya Allah .. sebegitu tidak manusia kah saya selama saya menjadi robot di Surabaya?
hari ini, pasca menjenguk emak saya menulis di blog
emak yang saya lihat sekarang ,
sedang terkulai lemah di ranjangnya
badannya kurus kering .. suhu tubuhnya tinggi
nafasnya tersengal
beliau sudah tidak makan dua hari
dokter bilang tidak ada harapan untuk hidup , "tinggal menunggu waktu saja mbak" kata dokter..
saya mengelus-elus bagian kaki dan telapak emak
kakinya kini mulus tak sekeriput dulu ..
kakinya kecil sekali ..
emak menghela napas ketika saya mengelus kakinya.
tante saya datang dan berbisik di telinga emak
"Mak iki aku jeng ir , aku sama mbak danti mak"
kemudian aku terisak
"Makk, ini mbak danti"
emak bereaksi , beliau seperti ingin mengatakan sesuatu tetapi tertahan dan terisak.
mulutnya sebentar sebentar menutup dan membuka
dalam hati saya berkata,
"Maafkan danti yang bandel ya mak, maafkan danti yang manja dan sering bertengkar sama emak. Maaf mak, maaf. Maaf karena baru datang. Maaf. Ya Allah ringankan kepergian emak" perkataan itu terlontar dari sekian banyak pernyataan lain yang disusul dengan perasaan saya yang mulai tersayat-sayat.
saya tidak kuat menahan tangis, terisak hingga saya malu di depan banyak orang.
diikuti dengan tante, mama dan adek sepupu saya.
tapi saya tak peduli. hingga kemudian ponakan emak memberi tisu.
setelah sekian lama, kami pulang.
sampai sekarang perasaan saya tidak karuan.
penyesalan akan selalu datang belakangan.
mengapa saya begitu jahat.
mengapa ketika saya menjadi mahasiswa saya bisa melupakan hal-hal besar seperti ini?
kenapa saya menjadi robot kaku yang tidak punya hati ?
kenapa emak ?
kenapa ? dan berjuta kenapa lain ..
mulai detik ini, saya akan menjadi orang yang peka.
mulai detik ini saya akan selalu menjadi pengingat.
saya tidak akan menyalahkan hidup.
saya akan menyayangi orang" di sekitar saya.
untuk emak , untuk mak dah.
saya mencintaimu mak.
semoga emak jalannya dipermudah oleh Allah :"
untuk kalian yang menganggap remeh pekerjaan baby sitter atau pengasuh
saya akan memberi kalian nilai nol
pekerjaan itu pekerjaan yang mulia
pekerjaan yang penuh kasih sayang
terbukti dengan mak dah dan kasih sayangnya kepada saya dan adik-adik saya
beliau adalah malaikat
setidaknya bagi saya
-Mojokerto, 13.10.13 siang yang terik
untuk air mata yang berarti hari ini, untuk waktu yang tidak bisa berhenti
please leave your comment , thank you