Kamis, 24 Juli 2014

Ketika Semua Orang Punya Sisi Romantis

Assalamualaikum blogger.
Long time no see.
Pasca blog walking ke beberapa blog teman, I've amazed by their post.
Postingan mereka sungguh romantis.
Dengan jujur mereka menceritakan apa yang mereka rasa, sehingga tulisan mereka sampai ke perasaan.
Oke mendadak jadi pengen posting sesuatu yang romantis.

Sebenarnya sajak ini udah ada dari dulu di handphone dan di komputer.
Hanya saja sekarang saya bikin blog version nya.
Monggo dinikmati sebagai bagian dari sastra dan karya saya yang tertunda diposting.
Tulisan yang sedikit romantis.
Atau bahkan absurd. Hahahaha


Judul :
Boleh Aku Membuat Catatan Untukmu 

Bolehkah aku membuat catatan untukmu?
Kamu bukan seseorang yang selalu mengorbit tiada henti sepertinya.
Orbitalmu tidak acak, jalur orbitalmu stagnan tapi tidak bisa ditebak berapa kecepatannya.
Tidak cepat tidak juga lambat. Mungkin spontanitas adalah simbol eksistensimu.
Tidak ada yang tahu teori apa yang bisa digunakan untuk menghadapimu.

Bolehkah aku membuat catatan untukmu?
Aku suka sekali hujan. Kamu mungkin tidak.
Seperti ada saput yang membatasi dunia antara aku dan kamu. Tapi kamu tahu.
Sebuah saput tak selamanya menyedihkan. Itu hanya sebagai pengingat.
Bahwa seperti halnya sebuah paradigma lama.
Kamu perlu jarak untuk memaknai sebuah keberadaan.

Bolehkah aku membuat catatan untukmu?
Memikirkanmu tidak menyita waktu dan pikiranku. Itulah perbedaannya.
Aku bahkan tidak bisa memaknaimu lewat prolog ataupun ratusan bab tambahan.
Melihat warnamu pun aku perlu berteman dengan waktu dan jutaan lembar halaman.
Baru aku tahu, bahkan hingga kini aku tidak tahu ini apa dan kamu apa.
Tetapi itulah asyiknya.

Bolehkah aku membuat catatan untukmu?
Mungkin suatu hari aku akan bosan, mungkin aku akan bergidik atau tertawa.
Tetapi mungkin aku akan tinggal, melihatmu ratusan kali dan mendengarmu ribuan kali.
Selalu ada banyak kemungkinan untuk perasaan yang selalu berdinamika.
Mungkin kenangan membantumu. Kamu bersahabat karib dengannya dari dulu.
Aku tahu sekarang karena kenangan itu mulai mengalahkan logikaku

Bolehkah aku membuat catatan untukmu?
Perlahan, aku percaya takdir itu berjalan. Dan kemudian datang mencobaku.
Berjuta huruf dan kalimat mengalir lebih banyak karena sepersekian momen yang terekam.
Kamu membuat semuanya seperti sebuah cerita di negeri dongeng dan drama roman yang handal.
Hingga akhirnya aku percaya bahwa imajinasiku banyak menjadi nyata.

Bolehkah aku membuat catatan untukmu?
Jika suatu hari kamu berkata, sungguh egois wanita ini menulis sajak yang sungguh objektif.
Tak apa, aku sudah berkali-kali belajar untuk menahan perasaan. Aku bisa tidak membiarkannya tumbuh. Aku cukup kuat hingga pernah memendam sesuatu begitu lama.
Kau tahu, aku sudah terlatih untuk menyembunyikan ekspresi.
Jadi berlatihlah dengan keras untuk membaca ekspresiku ya?

Bolehkah aku membuat catatan untukmu?
Aku suka dengan cerita yang seperti ini.
Aku suka berharap akan menemui ending yang indah dengan alunan musik klasik yang menggema.
Kamu itu sesuatu yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Tidak pernah.
Kamu itu sesuatu yang hadir sebagai objek tulisanku kali ini.
Entah itu hanya berakhir dalam tulisan atau kau mengambil jalan yang lebih panjang.

Bolehkah aku membuat catatan untukmu?
Mungkin suatu hari kau akan lupa denganku.
Tetapi tulisan ini pernah hidup. Dengan segala kejujuran dan ketulusan.
Terlalu puitis dan konotatif. Ah biarlah. Berlebihan juga biarlah.
Kapan lagi aku mengganti objek tulisanku? Kapan lagi aku melangkah dari masa lalu.

Oke. Terimakasih telah membuatku masuk ke dalam ceritamu dan memperindah ceritaku.
Hidup tak selamanya homogen, terkadang semuanya heterogen.
Seperti kita yang tak pernah absen mencoba memaknai perbedaan.
Bisa kah?


Regards,
Perempuan beransel yang selalu berkhayal tentang pangeran dan negeri dongeng


please leave your comment , thank you