Rabu, 29 Januari 2014

PKL Day-4

Assalamualaikuuum ..
Penulis lagi PKL nih *hoo alay*
hahahaha ..

Saya PKL satu tim terdiri dari 2 orang.
dan PKL nya gabut ! gabut ! gabut ! sampai hari keempat ..
Hari Pertama : diskusi doang setelahnya gabut all the way
Hari Kedua : diskusi ketemu sama mbak" dari IPB yang lagi penelitian (mipa IPB lo *wosss move on)
Hari Ketiga : super GABUT . Gabutnya Full day. Ngobrol ngalur ngidul cukup menyelesaikan masalah
Hari Keempat : GABUT LAGI

buat semua yang ingin PKL .
diusahakan jangan GABUT

tips dan trik
-jangan mengurus perijinan PKL terlalu mepet
-pilihlah tempat yang banyak mahasiswa PKL nya jadi bisa sekalian kenalan (disinii sepiii yang PKL cuma saya)
-pilihlah tempat yang mampu kamu serap ilmunya .

Sekian .
Wasssalam :)
please leave your comment , thank you

Jumat, 17 Januari 2014

Posting (Lagi)

Kehidupan.
Mutlak emang gak ada yang konstan. 
Tiba-tiba nangis aja sih. haha
Penulisnya cengeng nih.

Semuanya berubah.
Iya sih, penulis gak bakal bisa lagi bersepeda ria keliling rumah nenek sore hari.
Orang sore hari nya dipakai mengerjakan ini itu.
Teman-teman SMA nya sudah banyak yang berubah.
Sampai dia ga bisa ngenalin lagi.
Teman-teman kuliah baik-baik, tapi they were always have their own business.

"Masih kayak anak kecil"

salah ya kalau hanya dia yang nggak berubah dari dulu ?

"Jangan terlalu mudah percaya orang lain"

salah ya kalau menganggap semua orang itu punya sisi baik?

Entahlah ..

Kadang emang hidup itu ga se simple apa yang kita kira.
Kita emang ga akan pernah tahu apa yang bakal kita hadapi.
Kita juga ga akan pernah tahu siapa yang akan datang dan pergi di kehidupan kita.

Hanya.
Jangan jadi orang jahat. Jadilah orang baik.
This is what my parents always told me about.

please leave your comment , thank you

Jungkir Balik Baku Hantam Duniaku

Halo . Assalamualaikum :)
Beberapa hari ini saya jarang posting di blog .
Selain karena semakin sempitnya waktu luang untuk menulis, saya juga disibukkan dengan hal-hal yang memaksa saya untuk menempatkannya sebagai perlakuan pertama dalam skala prioritas.
Mulai dari PKM yang entah-gimana-kabarnya itu, PKL yang Subhanallah perjuangannya sangat memotivasi, riuhnya akhir kepengurusan organisasi dan banyak lagi.
Oke , boleh saya bercerita tentang sesuatu yang dinamakan mimpi ?


Kemarin, saya sempat melewatkan perjalanan yang begitu terasa panjang .
Saya pergi menjinjing tekat saya dan seluruh keberanian saya menuju Jakarta , mempertaruhkan minggu-minggu UTS demi sesuatu yang disebut dengan PKL.
Langit sore yang warna merahnya menyembur , keindahannya rupanya masih belum cukup dikatakan sebagai salah satu hal manis yang bisa diceritakan.

Singkat cerita, saya dan salah seorang teman mengalami mental break down setelah dilempar kesana kemari.
Ketika kami sedang berjalan, dan kami bahkan tidak tahu akan pulang kemana, saya berpikir sebegininya ya perjuangan saya untuk meraih mimpi ? apa ini bisa dikatakan sudah cukup ? apa sebenarnya impian saya ?

Oke bianglala ~
Apa keinginanmu ?

Menjadi peneliti ?
*tentu, itu tujuan utama saya tapi itu bukan yang terpenting

Sukses ? Kuliah di luar negeri ?
*I'll always dream about that 

tapi benarkah saya ingin itu ?

Di sebuah jalanan setapak saya berpikir akan sesuatu

Tentang seorang gadis remaja yang tiba-tiba menangis tersedu-sedu ketika melihat tayangan televisi tentang kehidupan pendidikan di daerah perbatasan.
Tentang seorang mahasiswa yang seketika sedih ketika melihat wajah sendu seorang gadis dengan jutaan mimpi di benaknya.
Tentang seorang aktivis yang kebingungan ketika melihat seorang anak kecil menggigiti ujung tangannya tanpa bisa mengucap satu pun huruf abjad.
Tentang seorang anak perempuan dengan semangatnya yang berapi-api mendekati seorang nenek penjual kerupuk di depan sekolahnya.
Tentang seorang pemimpi yang sempat kehilangan mimpi-mimpi besarnya dan mencoba bangkit ketika di terpuruk untuk sekian kalinya.
Tentang sisi lain kehidupan.

Saya , mengingat itu semua

Itu yang akan saya raih. Saya tidak ingin menjadi peneliti dengan mimpi-mimpi yang kosong.
Saya ingin orang lain mampu merasakan kebahagiaan yang saya rasakan.
Merasakan senyum yang sama.
Mendengar cerita yang sama.
Melihat sesuatu yang sama.

Membuat orang lain bahagia dan membagi mimpimu dengan mereka bukan hal yang sulit.
Saya pasti BISA . Kita semua pasti BISA.


Quote hari ini:
"Jangan bersedih, Jangan mengeluh akan apapun. Kita bukanlah orang yang paling menderita di dunia ini. Kita sudah cukup bahagia dan apa yang diberikan Allah sudah lebih dari cukup. Kita hanya perlu membagi kebahagiaan kita seberapapun kecilnya kepada orang lain, dengan itu kita bisa merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya."




please leave your comment , thank you