Sabtu, 16 Agustus 2014

KKN Malam Itu ..

Assalamualaikum blogger :)

KKN hari ke -sekian ..
Mendapatkan banyak sekali teman yang unik dan berwarna-warni.
Malam itu ..
Kami kelompok KKN sedang duduk berkumpul di balkon.
Kali itu beberapa teman pulang ke surabaya.
Kami mengobrol soal ''perasaan'' yang awalnya dimulai hanya karena guyonan 'kode'

Seseorang teman yang sangat ajaib.
Perkataannya seperti seorang sastrawan.

"Cinta itu bukan hanya soal perasaan. Cinta itu sosok. Kamu akan menemukan satu sosok dalam hidupmu yang nantinya akan menjadi figur. Setelah itu muncul kriteria. Kamu akan selamanya menjadikan sosok tersebut sebagai patokan. Bukan masalah seberapa lama kamu menjalin hubungan, atau seberapa banyak kamu bertemu dengan seseorang. Ketika belum menemukan sosok, bisa saja kamu belum menemukan cinta"

"Apakah itu namanya ketergantungan oleh sebuah sosok?"

"Ya"

"Apa yang bisa membuat kita sembuh?"

"Kembalilah pada sesuatu yang dinamakan realita. Bahwa kita tidak perlu sosok yang kita bangun lama untuk menemukan seseorang"


Kami mengobrol lama kemudian.

"Mungkin kita bisa memilih dengan siapa kita berjodoh. Tetapi kita tidak bisa memilih dengan siapa kita mencintai"


Kata-kata itu keluar dari pemikiran seseorang yang ajaib.
Dia sungguh, seseorang yang ajaib.
Akan ada banyak masa banyak ruang dan banyak waktu dimana kita menemukan berbagai macam orang yang begitu ajaib.

Benar seperti katanya.
Saya telah menemukan 'sosok' itu dalam hidup saya.
Dan saya harus kembali pada realita. Sekarang.

Move on.
Rasakan pahit manis kehidupan.
Kembali lah pada realita.
Tinggalkan paradigma mu tentang sosok itu.
Bukalah untuk orang yang baru.


Kamis malam 14 Agustus 2014 Pukul 23.50
KKN Malam itu ..
please leave your comment , thank you

Kamis, 24 Juli 2014

Ketika Semua Orang Punya Sisi Romantis

Assalamualaikum blogger.
Long time no see.
Pasca blog walking ke beberapa blog teman, I've amazed by their post.
Postingan mereka sungguh romantis.
Dengan jujur mereka menceritakan apa yang mereka rasa, sehingga tulisan mereka sampai ke perasaan.
Oke mendadak jadi pengen posting sesuatu yang romantis.

Sebenarnya sajak ini udah ada dari dulu di handphone dan di komputer.
Hanya saja sekarang saya bikin blog version nya.
Monggo dinikmati sebagai bagian dari sastra dan karya saya yang tertunda diposting.
Tulisan yang sedikit romantis.
Atau bahkan absurd. Hahahaha


Judul :
Boleh Aku Membuat Catatan Untukmu 

Bolehkah aku membuat catatan untukmu?
Kamu bukan seseorang yang selalu mengorbit tiada henti sepertinya.
Orbitalmu tidak acak, jalur orbitalmu stagnan tapi tidak bisa ditebak berapa kecepatannya.
Tidak cepat tidak juga lambat. Mungkin spontanitas adalah simbol eksistensimu.
Tidak ada yang tahu teori apa yang bisa digunakan untuk menghadapimu.

Bolehkah aku membuat catatan untukmu?
Aku suka sekali hujan. Kamu mungkin tidak.
Seperti ada saput yang membatasi dunia antara aku dan kamu. Tapi kamu tahu.
Sebuah saput tak selamanya menyedihkan. Itu hanya sebagai pengingat.
Bahwa seperti halnya sebuah paradigma lama.
Kamu perlu jarak untuk memaknai sebuah keberadaan.

Bolehkah aku membuat catatan untukmu?
Memikirkanmu tidak menyita waktu dan pikiranku. Itulah perbedaannya.
Aku bahkan tidak bisa memaknaimu lewat prolog ataupun ratusan bab tambahan.
Melihat warnamu pun aku perlu berteman dengan waktu dan jutaan lembar halaman.
Baru aku tahu, bahkan hingga kini aku tidak tahu ini apa dan kamu apa.
Tetapi itulah asyiknya.

Bolehkah aku membuat catatan untukmu?
Mungkin suatu hari aku akan bosan, mungkin aku akan bergidik atau tertawa.
Tetapi mungkin aku akan tinggal, melihatmu ratusan kali dan mendengarmu ribuan kali.
Selalu ada banyak kemungkinan untuk perasaan yang selalu berdinamika.
Mungkin kenangan membantumu. Kamu bersahabat karib dengannya dari dulu.
Aku tahu sekarang karena kenangan itu mulai mengalahkan logikaku

Bolehkah aku membuat catatan untukmu?
Perlahan, aku percaya takdir itu berjalan. Dan kemudian datang mencobaku.
Berjuta huruf dan kalimat mengalir lebih banyak karena sepersekian momen yang terekam.
Kamu membuat semuanya seperti sebuah cerita di negeri dongeng dan drama roman yang handal.
Hingga akhirnya aku percaya bahwa imajinasiku banyak menjadi nyata.

Bolehkah aku membuat catatan untukmu?
Jika suatu hari kamu berkata, sungguh egois wanita ini menulis sajak yang sungguh objektif.
Tak apa, aku sudah berkali-kali belajar untuk menahan perasaan. Aku bisa tidak membiarkannya tumbuh. Aku cukup kuat hingga pernah memendam sesuatu begitu lama.
Kau tahu, aku sudah terlatih untuk menyembunyikan ekspresi.
Jadi berlatihlah dengan keras untuk membaca ekspresiku ya?

Bolehkah aku membuat catatan untukmu?
Aku suka dengan cerita yang seperti ini.
Aku suka berharap akan menemui ending yang indah dengan alunan musik klasik yang menggema.
Kamu itu sesuatu yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Tidak pernah.
Kamu itu sesuatu yang hadir sebagai objek tulisanku kali ini.
Entah itu hanya berakhir dalam tulisan atau kau mengambil jalan yang lebih panjang.

Bolehkah aku membuat catatan untukmu?
Mungkin suatu hari kau akan lupa denganku.
Tetapi tulisan ini pernah hidup. Dengan segala kejujuran dan ketulusan.
Terlalu puitis dan konotatif. Ah biarlah. Berlebihan juga biarlah.
Kapan lagi aku mengganti objek tulisanku? Kapan lagi aku melangkah dari masa lalu.

Oke. Terimakasih telah membuatku masuk ke dalam ceritamu dan memperindah ceritaku.
Hidup tak selamanya homogen, terkadang semuanya heterogen.
Seperti kita yang tak pernah absen mencoba memaknai perbedaan.
Bisa kah?


Regards,
Perempuan beransel yang selalu berkhayal tentang pangeran dan negeri dongeng


please leave your comment , thank you

Rabu, 29 Januari 2014

PKL Day-4

Assalamualaikuuum ..
Penulis lagi PKL nih *hoo alay*
hahahaha ..

Saya PKL satu tim terdiri dari 2 orang.
dan PKL nya gabut ! gabut ! gabut ! sampai hari keempat ..
Hari Pertama : diskusi doang setelahnya gabut all the way
Hari Kedua : diskusi ketemu sama mbak" dari IPB yang lagi penelitian (mipa IPB lo *wosss move on)
Hari Ketiga : super GABUT . Gabutnya Full day. Ngobrol ngalur ngidul cukup menyelesaikan masalah
Hari Keempat : GABUT LAGI

buat semua yang ingin PKL .
diusahakan jangan GABUT

tips dan trik
-jangan mengurus perijinan PKL terlalu mepet
-pilihlah tempat yang banyak mahasiswa PKL nya jadi bisa sekalian kenalan (disinii sepiii yang PKL cuma saya)
-pilihlah tempat yang mampu kamu serap ilmunya .

Sekian .
Wasssalam :)
please leave your comment , thank you

Jumat, 17 Januari 2014

Posting (Lagi)

Kehidupan.
Mutlak emang gak ada yang konstan. 
Tiba-tiba nangis aja sih. haha
Penulisnya cengeng nih.

Semuanya berubah.
Iya sih, penulis gak bakal bisa lagi bersepeda ria keliling rumah nenek sore hari.
Orang sore hari nya dipakai mengerjakan ini itu.
Teman-teman SMA nya sudah banyak yang berubah.
Sampai dia ga bisa ngenalin lagi.
Teman-teman kuliah baik-baik, tapi they were always have their own business.

"Masih kayak anak kecil"

salah ya kalau hanya dia yang nggak berubah dari dulu ?

"Jangan terlalu mudah percaya orang lain"

salah ya kalau menganggap semua orang itu punya sisi baik?

Entahlah ..

Kadang emang hidup itu ga se simple apa yang kita kira.
Kita emang ga akan pernah tahu apa yang bakal kita hadapi.
Kita juga ga akan pernah tahu siapa yang akan datang dan pergi di kehidupan kita.

Hanya.
Jangan jadi orang jahat. Jadilah orang baik.
This is what my parents always told me about.

please leave your comment , thank you

Jungkir Balik Baku Hantam Duniaku

Halo . Assalamualaikum :)
Beberapa hari ini saya jarang posting di blog .
Selain karena semakin sempitnya waktu luang untuk menulis, saya juga disibukkan dengan hal-hal yang memaksa saya untuk menempatkannya sebagai perlakuan pertama dalam skala prioritas.
Mulai dari PKM yang entah-gimana-kabarnya itu, PKL yang Subhanallah perjuangannya sangat memotivasi, riuhnya akhir kepengurusan organisasi dan banyak lagi.
Oke , boleh saya bercerita tentang sesuatu yang dinamakan mimpi ?


Kemarin, saya sempat melewatkan perjalanan yang begitu terasa panjang .
Saya pergi menjinjing tekat saya dan seluruh keberanian saya menuju Jakarta , mempertaruhkan minggu-minggu UTS demi sesuatu yang disebut dengan PKL.
Langit sore yang warna merahnya menyembur , keindahannya rupanya masih belum cukup dikatakan sebagai salah satu hal manis yang bisa diceritakan.

Singkat cerita, saya dan salah seorang teman mengalami mental break down setelah dilempar kesana kemari.
Ketika kami sedang berjalan, dan kami bahkan tidak tahu akan pulang kemana, saya berpikir sebegininya ya perjuangan saya untuk meraih mimpi ? apa ini bisa dikatakan sudah cukup ? apa sebenarnya impian saya ?

Oke bianglala ~
Apa keinginanmu ?

Menjadi peneliti ?
*tentu, itu tujuan utama saya tapi itu bukan yang terpenting

Sukses ? Kuliah di luar negeri ?
*I'll always dream about that 

tapi benarkah saya ingin itu ?

Di sebuah jalanan setapak saya berpikir akan sesuatu

Tentang seorang gadis remaja yang tiba-tiba menangis tersedu-sedu ketika melihat tayangan televisi tentang kehidupan pendidikan di daerah perbatasan.
Tentang seorang mahasiswa yang seketika sedih ketika melihat wajah sendu seorang gadis dengan jutaan mimpi di benaknya.
Tentang seorang aktivis yang kebingungan ketika melihat seorang anak kecil menggigiti ujung tangannya tanpa bisa mengucap satu pun huruf abjad.
Tentang seorang anak perempuan dengan semangatnya yang berapi-api mendekati seorang nenek penjual kerupuk di depan sekolahnya.
Tentang seorang pemimpi yang sempat kehilangan mimpi-mimpi besarnya dan mencoba bangkit ketika di terpuruk untuk sekian kalinya.
Tentang sisi lain kehidupan.

Saya , mengingat itu semua

Itu yang akan saya raih. Saya tidak ingin menjadi peneliti dengan mimpi-mimpi yang kosong.
Saya ingin orang lain mampu merasakan kebahagiaan yang saya rasakan.
Merasakan senyum yang sama.
Mendengar cerita yang sama.
Melihat sesuatu yang sama.

Membuat orang lain bahagia dan membagi mimpimu dengan mereka bukan hal yang sulit.
Saya pasti BISA . Kita semua pasti BISA.


Quote hari ini:
"Jangan bersedih, Jangan mengeluh akan apapun. Kita bukanlah orang yang paling menderita di dunia ini. Kita sudah cukup bahagia dan apa yang diberikan Allah sudah lebih dari cukup. Kita hanya perlu membagi kebahagiaan kita seberapapun kecilnya kepada orang lain, dengan itu kita bisa merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya."




please leave your comment , thank you