Selasa, 19 Juni 2012

Prestige and Passion

Prestige dan passion ..
Sampai sekarang saya rasa kita hidup dengan 2 kata tersebut .. kehidupan emang kayak gitu ya , selalu punya dua sisi .
Dari SD pas baca-baca buku saya bner” nggak ngerti itu artinya apa. Semakin kesini saya semakin memahaminya dan garis diantaranya semakin jelas. Mengapa kedua kata itu begitu berbeda. Mengapa kedua kata memilki arti yang begitu berbeda .. ya sangat berbeda.

Kuliah .. lagi-lagi kata ini muncul , kenapa ? karena saya menemukannya di sini.  Entahlah semakin saya mengerti kalau hidup ini begitu keras dan egois, semakin saya merasa saya telah meninggalkan begitu banyak kesederhanaan pemikiran saya- dulu.

TEKNOBIOMEDIK 2011 , Universitas Airlangga. This shocking thing make me. I never thought I would be end up here .. It was fantastic , seeing 39 mind and personality mixed ..
Saya menemukan berbagai macam hal disini.
Menemukan teman bahkan keluarga.
Every litle thing happened, and it was .. *flash*
I am happy with my life.

What about my dream ? is it become reality ?
I don’t know .. until now , I just searching my way.
I wanna be doctor , but become a good and usefull person is more important

Oke saya memang benar-benar ingin menjadi seorang dokter. Karena apa ? saya punya alasan sendiri ketika memutuskan itu. Biarlah alasan saya hanya diketahui oleh hati saya dan Allah.
Ketika banyak teman yang berkata kepada saya bahwa saya ingin melakukannya karena sebuah prestige semata. Tidak mereka salah.

“Mbak , kalau kamu mau mengambil cita-cita. Sesuaikan dengan passion mu”
Ayahanda saya berkata seperti itu.

Dan kata-kata itu sejak kecil sudah mendarah daging ke dalam hidup saya. Passion itu ketika kamu menemukan sebuah kepuasan dalam hidup saat melakukannya. Passion itu seperti perasaan bahagia yang meluap-luap tetapi pada saat itu juga akan menangis sejadi-jadinya. Passion itu indiscribable dan tidak beralasan, dan mungkin hanya akan dijawab “entah , hanya nyaman saja melakukannya” bahkan juga tanpa alasan yang jelas. Itu passion ..
Jadi setiap orang berhak menemukan passion dalam kehidupannya. Semua orang ..

Bagaimana dengan prestige ?

Pernah pada suatu hari saya melihat ketiga prestige benar-benar nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kehidupan hanya diperuntukkan untuk komunitas tertentu saja , ketika eksklusivitas bahkan diskriminasi masih muncul dimana-mana , bahkan dalam tingkatan kehidupan yang terkecil.

Oke , prestige juga perlu tapi ketika kata-kata itu menjadi terlalu berlebihan. It was scary.
Lama kelamaan , prestige akan menjadi sebuah ekslusivitas yang nantinya berakhir pada diskriminasi.

Saya teringat dengan tulisan “acakadut” saya saat duduk di bangku kelas 2 SMA. Well , saya benar-benar membenci kata diskriminasi, saya nggak suka melihat orang yang terlalu eksklusif. Kenapa ? kita sama , yes we are human .. just it.

”Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu sekalian di sisi Allah adalah yang paling taqwa diantara kamu”(Q.S Alhujurat:13)

Derajat manusia dimata Allah adalah sama, yang membedakan hanyalah Iman dan Taqwanya. That is the POINT ..

Jadi masihkah kita meragukan , Tuhan saja berkata demikian dalam ayat-ayat suci-Nya. Masihkah kita menggunakan kta prestige sebagai bagian terbesar dalam hidup kita ?

Jadi , begitu besarnya perbedaan antara passion dan prestige .
Dan mungkin secara langsung maupun tidak langsung itu mempengaruhi kehidupan kita.
Hanya saja kita janganlah menjadi manusia besi, yang acuh dan tidak peduli dengan lingkungan kita. Yang hanya memikirkan diri sendiri tiada habisnya.

Kenapa kita tidak menoleh sebentar ketika kita menjalani hidup , ketika kita menemukan manusia yang sama dengan kita -yang sedang sendiri ataupun sedih.
Kenapa kita tidak berhenti sejenak, melihat tumbuhan yang sedang kekeringan atau bahkan bumi yang mulai kepanasan.
Kenapa kita tidak bisa sedikit saja memberikan kasih sayang kita kepada apapun secara tulus dan apa adanya.

Saya akan belajar menjadi manusia seperti itu.

“jadi orang peka dong, wah ga peka” salah satu kalimat yang sering dilontarkan teman saya

Dari kalimatnya yang sederhana , saya sadar ..
Saya harus jadi orang yang peka. Yang hidup dengan passion ketika memutuskan mimpi besar saya.
Saya harus belajar jadi orang yang peduli , yang hidup dengan segala kerendahan hati. Kehidupan yang apa adanya. Bukan prestige.

==== (Tulisan ini dibuat ketika saya merasakan bahwa hidup begitu keras , hanya jadi semangat saja untuk lebih baik dalam menjadi seorang manusia) Surabaya , 19.22 WIB

please leave your comment , thank you

Jumat, 01 Juni 2012

When I miss something ..


Sebenarnya saya bingung , apa yang berubah dari hidup saya ketika saya sudah menjadi mahasiswa.
Terkadang ada hal-hal kecil yang tidak disadari sudah hilang dari kehidupan kita ..  ya saya mengalaminya ..
Saya sedang rindu sesuatu tentang kampung halaman saya ..
Merindukan ketika hidup dapat berjalan dengan begitu sederhana ..
Merindukan jalanan mojokerto yang kilometernya terhitung tangan ..
Merindukan saat-saat tertentu dimana hidup saya begitu nyaman ..
Merindukan udara pagi yang sering saya hirup ketika bersepeda dari rumah ke sekolah ..
Merindukan ketika sedang kehujanan di depan kelas ...
Merindukan segelas es tebu dan percakapan hangat ..
Sekarang ..
Saya sedang mengalami berbagai hal ,
Ketika hidup mulai rumit untuk dijabarkan ..
Ketika saya tidak lagi bisa menghirup udara pagi sepanjang perjalanan ..
Ketika waktu terlalu cepat atau bahkan terlalu lambat ..
Ketika gedung-gedung itu terlalu keras dan acuh ..
Ketika semuanya terlau sulit untuk saya
Ya semuanya ..

Pada detik itu saya merasa terdistorsi ..
Saya hanya menangis ..
tentang sesuatu yang terlalu absurd untuk dijelaskan ..
Entahlah

please leave your comment , thank you